Hawa Nafsu Memecah Belah Manusia

Surat Al-Muminun : 51

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

yaaa ayyuhar-rusulu kuluu minath-thoyyibaati wa'maluu shooliḥaa, innii bimaa ta'maluuna 'aliim

ARTI

Allah berfirman, "Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Surat Al-Muminun : 52

وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ

wa inna haażihiii ummatukum ummataw waaḥidataw wa ana robbukum fattaquun

ARTI

Dan sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku."

Surat Al-Muminun : 53

فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

fa taqoththo'uuu amrohum bainahum zuburoo, kullu ḥizbim bimaa ladaihim fariḥuun

ARTI

Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing).

Surat Al-Muminun : 54

فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ

fa żar-hum fii ghomrotihim ḥattaa ḥiin

ARTI

Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan.

Surat Al-Muminun : 55

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ

a yaḥsabuuna annamaa numidduhum bihii mim maaliw wa baniin

ARTI

Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa),

Surat Al-Muminun : 56

نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ ۚ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ

nusaari'u lahum fil-khoiroot, bal laa yasy'uruun

ARTI

Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya.