Kisah Penduduk Sebuah Kota Yang Harus Menjadi Pelajaran Bagi Penduduk Mekah

Surat Ya-Sin : 13

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ

wadhrib lahum maṡalan ash-ḥaabal-qoryah, iż jaaa`ahal-mursaluun

ARTI

Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka,

Surat Ya-Sin : 14

إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ

iż arsalnaaa ilaihimuṡnaini fa każżabuuhumaa fa 'azzaznaa biṡaaliṡin fa qooluuu innaaa ilaikum mursaluun

ARTI

(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya, kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata, "Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu."

Surat Ya-Sin : 15

قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَٰنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ

qooluu maaa antum illaa basyarum miṡlunaa wa maaa anzalar-roḥmaanu min syai`in in antum illaa takżibuun

ARTI

Mereka (penduduk negeri) menjawab, "Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu hanyalah pendusta belaka."

Surat Ya-Sin : 16

قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ

qooluu robbunaa ya'lamu innaaa ilaikum lamursaluun

ARTI

Mereka berkata, "Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan(Nya) kepada kamu.

Surat Ya-Sin : 17

وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

wa maa 'alainaaa illal-balaaghul-mubiin

ARTI

Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas."

Surat Ya-Sin : 18

قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

qooluuu innaa tathoyyarnaa bikum, la`il lam tantahuu lanarjumannakum wa layamassannakum minnaa 'ażaabun aliim

ARTI

Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami."

Surat Ya-Sin : 19

قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ ۚ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

qooluu thooo`irukum ma'akum, a in żukkirtum, bal antum qoumum musrifuun

ARTI

Mereka (utusan-utusan) itu berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas."

Surat Ya-Sin : 20

وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

wa jaaa`a min aqshol-madiinati rojuluy yas'aa qoola yaa qoumittabi'ul-mursaliin

ARTI

Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas dia berkata, "Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu.

Surat Ya-Sin : 21

اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ

ittabi'uu mal laa yas`alukum ajrow wa hum muhtaduun

ARTI

Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Surat Ya-Sin : 22

وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

wa maa liya laaa a'budullażii fathoronii wa ilaihi turja'uun

ARTI

Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.

Surat Ya-Sin : 23

أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنْقِذُونِ

a attakhiżu min duunihiii aalihatan iy yuridnir-roḥmaanu bidhurril laa tughni 'annii syafaa'atuhum syai`aw wa laa yungqiżuun

ARTI

Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.

Surat Ya-Sin : 24

إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

inniii iżal lafii dholaalim mubiin

ARTI

Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata.

Surat Ya-Sin : 25

إِنِّي آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ

inniii aamantu birobbikum fasma'uun

ARTI

Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu, maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku."

Surat Ya-Sin : 26

قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ

qiiladkhulil-jannah, qoola yaa laita qoumii ya'lamuun

ARTI

Dikatakan (kepadanya), "Masuklah ke surga." Dia (laki-laki itu berkata, "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,

Surat Ya-Sin : 27

بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ

bimaa ghofaro lii robbii wa ja'alanii minal-mukromiin

ARTI

apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan."

Surat Ya-Sin : 28

وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ جُنْدٍ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِينَ

wa maaa anzalnaa 'alaa qoumihii mim ba'dihii min jundim minas-samaaa`i wa maa kunnaa munziliin

ARTI

Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya.

Surat Ya-Sin : 29

إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ

ing kaanat illaa shoiḥataw waaḥidatan fa iżaa hum khoomiduun

ARTI

Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja, maka seketika itu mereka mati.