Musuh Para Nabi Akan Hancur

Surat Sad : 1

ص ۚ وَالْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِ

shoood, wal-qur`aani żiż-żikr

ARTI

Shad, demi Al-Qur´an yang mengandung peringatan.

Surat Sad : 2

بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ

balillażiina kafaruu fii 'izzatiw wa syiqooq

ARTI

Tetapi orang-orang yang kafir (berada) dalam kesombongan dan permusuhan.

Surat Sad : 3

كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ فَنَادَوْا وَلَاتَ حِينَ مَنَاصٍ

kam ahlaknaa ming qoblihim ming qornin fa naadaw wa laata ḥiina manaash

ARTI

Betapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.

Surat Sad : 4

وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ ۖ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ

wa 'ajibuuu an jaaa`ahum munżirum min-hum wa qoolal-kaafiruuna haażaa saaḥirung każżaab

ARTI

Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka, dan orang-orang kafir berkata, "Orang ini adalah pesihir yang banyak berdusta."

Surat Sad : 5

أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ

a ja'alal-aalihata ilaahaw waaḥidan inna haażaa lasyai`un 'ujaab

ARTI

Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan.

Surat Sad : 6

وَانْطَلَقَ الْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَىٰ آلِهَتِكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ يُرَادُ

wantholaqol-mala`u min-hum animsyuu washbiruu 'alaaa aalihatikum inna haażaa lasyai`uy yurood

ARTI

Lalu pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), "Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.

Surat Sad : 7

مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي الْمِلَّةِ الْآخِرَةِ إِنْ هَٰذَا إِلَّا اخْتِلَاقٌ

maa sami'naa bihaażaa fil-millatil-aakhiroti in haażaaa illakhtilaaq

ARTI

Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir, ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,

Surat Sad : 8

أَأُنْزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِنْ بَيْنِنَا ۚ بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ مِنْ ذِكْرِي ۖ بَلْ لَمَّا يَذُوقُوا عَذَابِ

a unzila 'alaihiż-żikru mim baininaa, bal hum fii syakkim min żikrii, bal lammaa yażuuquu 'ażaab

ARTI

mengapa Al-Qur´an itu diturunkan kepada dia di antara kita?" Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur´an-Ku, tetapi mereka belum merasakan azab(-Ku).

Surat Sad : 9

أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ الْعَزِيزِ الْوَهَّابِ

am 'indahum khozaaa`inu roḥmati robbikal-'aziizil wahhaab

ARTI

Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Maha Perkasa, Maha Pemberi?

Surat Sad : 10

أَمْ لَهُمْ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ فَلْيَرْتَقُوا فِي الْأَسْبَابِ

am lahum mulkus-samaawaati wal-ardhi wa maa bainahumaa, falyartaquu fil-asbaab

ARTI

Atau apakah mereka mempunyai kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka biarlah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).

Surat Sad : 11

جُنْدٌ مَا هُنَالِكَ مَهْزُومٌ مِنَ الْأَحْزَابِ

jundum maa hunaalika mahzuumum minal-aḥzaab

ARTI

(Mereka itu) kelompok besar bala tentara yang berada di sana yang akan dikalahkan.

Surat Sad : 12

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ ذُو الْأَوْتَادِ

każżabat qoblahum qoumu nuuḥiw wa 'aaduw wa fir'aunu żul-autaad

ARTI

Sebelum mereka itu, kaum Nuh, ´Aad, dan Fir´aun yang mempunyai bala tentara yang banyak, juga telah mendustakan (rasul-rasul),

Surat Sad : 13

وَثَمُودُ وَقَوْمُ لُوطٍ وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ ۚ أُولَٰئِكَ الْأَحْزَابُ

wa ṡamuudu wa qoumu luuthiw wa ash-ḥaabul-aikah, ulaaa`ikal-aḥzaab

ARTI

dan (begitu juga) Samud, kaum Lut, dan penduduk Aikah. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul).

Surat Sad : 14

إِنْ كُلٌّ إِلَّا كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ

ing kullun illaa każżabar-rusula fa ḥaqqo 'iqoob

ARTI

Semua mereka itu mendustakan rasul-rasul, maka pantas mereka merasakan azab-Ku.

Surat Sad : 15

وَمَا يَنْظُرُ هَٰؤُلَاءِ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً مَا لَهَا مِنْ فَوَاقٍ

wa maa yanzhuru haaa`ulaaa`i illaa shoiḥataw waaḥidatam maa lahaa min fawaaq

ARTI

Dan sebenarnya yang mereka tunggu adalah satu teriakan saja, yang tidak ada selanya.

Surat Sad : 16

وَقَالُوا رَبَّنَا عَجِّلْ لَنَا قِطَّنَا قَبْلَ يَوْمِ الْحِسَابِ

wa qooluu robbanaa 'ajjil lanaa qiththonaa qobla yaumil-ḥisaab

ARTI

Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, segerakanlah azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari Perhitungan."