Perbandingan Antara Orang Orang Mukmin Dan Orang Orang Yang Kafir

Surat Az-Zumar : 10

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

qul yaa 'ibaadillażiina aamanuttaquu robbakum, lillażiina aḥsanuu fii haażihid-dun-yaa ḥasanah, wa ardhullohi waasi'ah, innamaa yuwaffash-shoobiruuna ajrohum bighoiri ḥisaab

ARTI

Katakanlah (Muhammad), "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu." Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan Bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.

Surat Az-Zumar : 11

قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ

qul inniii umirtu an a'budalloha mukhlishol lahud-diin

ARTI

Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.

Surat Az-Zumar : 12

وَأُمِرْتُ لِأَنْ أَكُونَ أَوَّلَ الْمُسْلِمِينَ

wa umirtu li`an akuuna awwalal-muslimiin

ARTI

Dan aku diperintahkan agar menjadi orang yang pertama-tama berserah diri."

Surat Az-Zumar : 13

قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

qul inniii akhoofu in 'ashoitu robbii 'ażaaba yaumin 'azhiim

ARTI

Katakanlah, "Sesungguhnya aku takut akan azab pada hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku."

Surat Az-Zumar : 14

قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَهُ دِينِي

qulillaaha a'budu mukhlishol lahuu diinii

ARTI

Katakanlah, "Hanya Allah yang aku sembah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku."

Surat Az-Zumar : 15

فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ ۗ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

fa'buduu maa syi`tum min duunih, qul innal-khoosiriinallażiina khosiruuu anfusahum wa ahliihim yaumal-qiyaamah, alaa żaalika huwal-khusroonul-mubiin

ARTI

Maka sembahlah selain Dia sesukamu! (wahai orang-orang musyrik). Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat." Ingatlah! Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.

Surat Az-Zumar : 16

لَهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ۚ ذَٰلِكَ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ ۚ يَا عِبَادِ فَاتَّقُونِ

lahum min fauqihim zhulalum minan-naari wa min taḥtihim zhulal, żaalika yukhowwifullohu bihii 'ibaadah, yaa 'ibaadi fattaquun

ARTI

Di atas mereka ada lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang disediakan bagi mereka. Demikianlah Allah mengancam hamba-hamba-Nya (dengan azab itu). "Wahai hamba-hamba-Ku, maka bertakwalah kepada-Ku."

Surat Az-Zumar : 17

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَىٰ ۚ فَبَشِّرْ عِبَادِ

wallażiinajtanabuth-thooghuuta ay ya'buduuhaa wa anaabuuu ilallohi lahumul-busyroo, fa basysyir 'ibaad

ARTI

Dan orang-orang yang menjauhi Tagut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira, sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku,

Surat Az-Zumar : 18

الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ

allażiina yastami'uunal-qoula fa yattabi'uuna aḥsanah, ulaaa`ikallażiina hadaahumullohu wa ulaaa`ika hum ulul-albaab

ARTI

(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.

Surat Az-Zumar : 19

أَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِ أَفَأَنْتَ تُنْقِذُ مَنْ فِي النَّارِ

a fa man ḥaqqo 'alaihi kalimatul-'ażaab, a fa anta tungqiżu man fin-naar

ARTI

Maka apakah (engkau hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah dipastikan mendapat azab? Apakah engkau (Muhammad) akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?

Surat Az-Zumar : 20

لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَعْدَ اللَّهِ ۖ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ الْمِيعَادَ

laakinillażiinattaqou robbahum lahum ghurofum min fauqihaa ghurofum mabniyyatun tajrii min taḥtihal-an-haar, wa'dalloh, laa yukhlifullohul-mii'aad

ARTI

Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka mendapat kamar-kamar (di surga), di atasnya terdapat pula kamar-kamar yang dibangun (bertingkat-tingkat), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan memungkiri janji(-Nya).

Surat Az-Zumar : 21

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

a lam taro annalloha anzala minas-samaaa`i maaa`an fa salakahuu yanaabii'a fil-ardhi ṡumma yukhriju bihii zar'am mukhtalifan alwaanuhuu ṡumma yahiiju fa taroohu mushfarron ṡumma yaj'aluhuu huthoomaa, inna fii żaalika lażikroo li`ulil-albaab

ARTI

Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian menjadi kering, lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat.

Surat Az-Zumar : 22

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

a fa man syaroḥallohu shodrohuu lil-islaami fa huwa 'alaa nuurim mir robbih, fa wailul lil-qoosiyati quluubuhum min żikrillaah, ulaaa`ika fii dholaalim mubiin

ARTI

Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.

Surat Az-Zumar : 23

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

allohu nazzala aḥsanal-ḥadiiṡi kitaabam mutasyaabiham maṡaaniya taqsya'irru min-hu juluudullażiina yakhsyauna robbahum, ṡumma taliinu juluuduhum wa quluubuhum ilaa żikrillaah, żaalika hudallohi yahdii bihii may yasyaaa`, wa may yudhlilillaahu fa maa lahuu min haad

ARTI

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur´an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.

Surat Az-Zumar : 24

أَفَمَنْ يَتَّقِي بِوَجْهِهِ سُوءَ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ وَقِيلَ لِلظَّالِمِينَ ذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ

a fa may yattaqii biwaj-hihii suuu`al-'ażaabi yaumal-qiyaamah, wa qiila lizh-zhoolimiina żuuquu maa kuntum taksibuun

ARTI

Maka apakah orang-orang yang melindungi wajahnya menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan."

Surat Az-Zumar : 25

كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ

każżaballażiina ming qoblihim fa ataahumul-'ażaabu min ḥaiṡu laa yasy'uruun

ARTI

Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.

Surat Az-Zumar : 26

فَأَذَاقَهُمُ اللَّهُ الْخِزْيَ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

fa ażaaqohumullohul-khizya fil-ḥayaatid-dun-yaa, wa la'ażaabul-aakhiroti akbar, lau kaanuu ya'lamuun

ARTI

Maka Allah menimpakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar, kalau (saja) mereka mengetahui.

Surat Az-Zumar : 27

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

wa laqod darobnaa lin-naasi fii haażal-qur`aani ming kulli maṡalil la'allahum yatażakkaruun

ARTI

Dan sungguh, telah Kami buatkan dalam Al-Qur´an ini segala macam perumpamaan bagi manusia agar mereka mendapatkan pelajaran.

Surat Az-Zumar : 28

قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

qur`aanan 'arobiyyan ghoiro żii 'iwajil la'allahum yattaquun

ARTI

(Yaitu) Al-Qur´an dalam bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertakwa.

Surat Az-Zumar : 29

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلًا فِيهِ شُرَكَاءُ مُتَشَاكِسُونَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

dhoroballohu maṡalar rojulan fiihi syurokaaa`u mutasyaakisuuna wa rojulan salamal lirojulin hal yastawiyaani maṡalaa, al-ḥamdu lillaah, bal akṡaruhum laa ya'lamuun

ARTI

Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (hamba sahaya) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan, dan seorang hamba sahaya yang menjadi milik penuh dari seorang (saja). Adakah kedua hamba sahaya itu sama keadaannya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Surat Az-Zumar : 30

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

innaka mayyituw wa innahum mayyituun

ARTI

Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka akan mati (pula).

Surat Az-Zumar : 31

ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ

ṡumma innakum yaumal-qiyaamati 'inda robbikum takhtashimuun

ARTI

Kemudian sesungguhnya kamu pada hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu.