Rencana Jahat Saudara Saudara Yusuf Alaihissalam

Surat Yusuf : 19

وَجَاءَتْ سَيَّارَةٌ فَأَرْسَلُوا وَارِدَهُمْ فَأَدْلَىٰ دَلْوَهُ ۖ قَالَ يَا بُشْرَىٰ هَٰذَا غُلَامٌ ۚ وَأَسَرُّوهُ بِضَاعَةً ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَعْمَلُونَ

wa jaaa`at sayyaarotun fa arsaluu waaridahum fa adlaa dalwah, qoola yaa busyroo haażaa ghulaam, wa asarruuhu bidhoo'ah, wallohu 'aliimum bimaa ya'maluun

ARTI

Dan datanglah sekelompok musafir, mereka menyuruh seorang pengambil air. Lalu dia menurunkan timbanya. Dia berkata, "Oh, senangnya, ini ada seorang anak muda!" Kemudian mereka menyembunyikannya sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Surat Yusuf : 20

وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ دَرَاهِمَ مَعْدُودَةٍ وَكَانُوا فِيهِ مِنَ الزَّاهِدِينَ

wa syarouhu biṡamanim bakhsin daroohima ma'duudah, wa kaanuu fiihi minaz-zaahidiin

ARTI

Dan mereka menjualnya (Yusuf) dengan harga rendah, yaitu beberapa dirham saja, sebab mereka tidak tertarik kepadanya.

Surat Yusuf : 21

وَقَالَ الَّذِي اشْتَرَاهُ مِنْ مِصْرَ لِامْرَأَتِهِ أَكْرِمِي مَثْوَاهُ عَسَىٰ أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا ۚ وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُ مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰ أَمْرِهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

wa qoolallażisytaroohu mim mishro limro`atihiii akrimii maṡwaahu 'asaaa ay yanfa'anaaa au nattakhiżahuu waladaa, wa każaalika makkannaa liyuusufa fil-ardhi wa linu'allimahuu min ta`wiilil-aḥaadiiṡ, wallohu ghoolibun 'alaaa amrihii wa laakinna akṡaron-naasi laa ya'lamuun

ARTI

Dan orang dari Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya, "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut dia sebagai anak." Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya takwil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.

Surat Yusuf : 22

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

wa lammaa balagho asyuddahuuu aatainaahu ḥukmaw wa 'ilmaa, wa każaalika najzil-muḥsiniin

ARTI

Dan ketika dia telah cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.