Anjuran Bersikap Tegas Terhadap Orang Kafir

|Yunus : 41|

وَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ ۖ أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ

ARTI

Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad) maka katakanlah, "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan."

Tafsir Jalalain

(Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah,) kepada mereka ("Bagiku pekerjaanku dan bagi kalian pekerjaan kalian) artinya bagi masing-masing pihak menanggung akibat perbuatannya sendiri.

Kalian berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku berlepas diri terhadap apa yang kalian kerjakan.") akan tetapi ayat itu dinasakh oleh ayatus-saif atau ayat yang menganjurkan memerangi mereka.

|Yunus : 104|

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي شَكٍّ مِنْ دِينِي فَلَا أَعْبُدُ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ أَعْبُدُ اللَّهَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

ARTI

Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah agar termasuk orang yang beriman,"

Tafsir Jalalain

(Katakanlah, "Hai manusia) hai penduduk Mekah! (Jika kalian masih dalam keragu-raguan tentang agamaku) bahwasanya agamaku itu adalah hak dan benar

(maka ketahuilah aku tidak menyembah yang kalian sembah selain Allah) selain-Nya, yang dimaksud adalah berhala-berhala;

hal ini merupakan pertanda bahwa kalian ragu-ragu terhadap agamaku (tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kalian) yang akan mencabut ruh kalian

(dan aku telah diperintah supaya) hendaknya (aku termasuk orang-orang yang beriman.")

|Al-Kafirun : 1|

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

ARTI

Katakanlah (Muhammad), Wahai orang-orang kafir!

Tafsir Jalalain

(Katakanlah, "Hai orang-orang kafir!)

|Al-Kafirun : 2|

لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

ARTI

Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,

Tafsir Jalalain

(Aku tidak akan menyembah) maksudnya sekarang aku tidak akan menyembah (apa yang kalian sembah) yakni berhala-berhala yang kalian sembah itu.

|Al-Kafirun : 3|

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

ARTI

dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,

Tafsir Jalalain

(Dan kalian bukan penyembah) dalam waktu sekarang (Tuhan yang aku sembah) yaitu Allah swt. semata.

|Al-Kafirun : 4|

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ

ARTI

dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

Tafsir Jalalain

(Dan aku tidak mau menyembah) di masa mendatang (apa yang kalian sembah.)

|Al-Kafirun : 5|

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

ARTI

dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

Tafsir Jalalain

(Dan kalian tidak mau pula menyembah) di masa mendatang (Tuhan yang aku sembah) Allah swt. telah mengetahui melalui ilmu-Nya, bahwasanya mereka di masa mendatang pun tidak akan mau beriman.

Disebutkannya lafal Maa dengan maksud Allah adalah hanya meninjau dari segi Muqabalahnya. Dengan kata lain, bahwa Maa yang pertama tidaklah sama dengan Maa yang kedua.

|Al-Kafirun : 6|

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

ARTI

Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.

Tafsir Jalalain

(Untuk kalianlah agama kalian) yaitu agama kemusyrikan (dan untukkulah agamaku") yakni agama Islam. Ayat ini diturunkan sebelum Nabi saw.

diperintahkan untuk memerangi mereka. Ya Idhafah yang terdapat pada lafal ini tidak disebutkan oleh ahli qiraat sab'ah, baik dalam keadaan Waqaf atau pun Washal. Akan tetapi Imam Ya'qub menyebutkannya dalam kedua kondisi tersebut.