Bacaan Untuk Menagkis Godaan Jin

|Al-Muminun : 97|

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ

ARTI

Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan,

Tafsir Jalalain

(Dan katakanlah! "Ya Rabbku! Aku berlindung kepada Engkau) aku meminta perlindungan (dari bisikan-bisikan setan) dari kecenderungan-kecenderungan setan yang selalu setan embus-embuskan itu.

|Al-Muminun : 98|

وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

ARTI

dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.

Tafsir Jalalain

(Dan aku berlindung pula kepada Engkau, ya Rabbku, dari kedatangan setan-setan itu kepadaku") dalam perkara-perkaraku, karena sesungguhnya mereka datang hanya dengan membawa keburukan belaka.

|An-Nas : 1|

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

ARTI

Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,

Tafsir Jalalain

(Katakanlah, "Aku berlindung kepada Rabb manusia) Yang menciptakan dan Yang memiliki mereka; di sini manusia disebutkan secara khusus sebagai penghormatan buat mereka;

dan sekaligus untuk menyesuaikan dengan pengertian Isti'adzah dari kejahatan yang menggoda hati mereka.

|An-Nas : 2|

مَلِكِ النَّاسِ

ARTI

Rajanya manusia,

Tafsir Jalalain

(Raja manusia.)

|An-Nas : 3|

إِلَٰهِ النَّاسِ

ARTI

Tuhannya manusia,

Tafsir Jalalain

(Sesembahan manusia) kedua ayat tersebut berkedudukan sebagai Badal atau sifat, atau 'Athaf Bayan, kemudian Mudhaf Ilaih. Lafal An-Naas disebutkan di dalam kedua ayat ini, dimaksud untuk menambah jelas makna.

|An-Nas : 4|

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

ARTI

dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

Tafsir Jalalain

(Dari kejahatan bisikan) setan; setan dinamakan bisikan karena kebanyakan godaan yang dilancarkannya itu melalui bisikan (yang biasa bersembunyi)

karena setan itu suka bersembunyi dan meninggalkan hati manusia bila hati manusia ingat kepada Allah.

|An-Nas : 5|

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ

ARTI

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

Tafsir Jalalain

(Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia) ke dalam kalbu manusia di kala mereka lalai mengingat Allah.

|An-Nas : 6|

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

ARTI

dari (golongan) jin dan manusia.

Tafsir Jalalain

(Dari jin dan manusia") lafal ayat ini menjelaskan pengertian setan yang menggoda itu, yaitu terdiri dari jenis jin dan manusia,

sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat lainnya, yaitu melalui firman-Nya, "yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin."

(Q.S. Al-An'am, 112) Atau lafal Minal Jinnati menjadi Bayan dari lafal Al-Waswaasil Khannaas, sedangkan lafal An-Naas di'athafkan kepada lafal Al-Waswaas.

Tetapi pada garis besarnya telah mencakup kejahatan yang dilakukan oleh Lubaid dan anak-anak perempuannya yang telah disebutkan tadi.

Pendapat pertama yang mengatakan bahwa di antara yang menggoda hati manusia adalah manusia di samping setan, pendapat tersebut disanggah dengan suatu kenyataan,

bahwa yang dapat menggoda hati manusia hanyalah bangsa jin atau setan saja. Sanggahan ini dapat dibantah pula, bahwasanya manusia pun dapat pula menggoda manusia lainnya,

yaitu dengan cara yang sesuai dengan keadaan dan kondisi mereka sebagai manusia. Godaan tersebut melalui lahiriah, kemudian merasuk ke dalam kalbu dan menjadi mantap di dalamnya,

yaitu melalui cara yang dapat menjurus ke arah itu. Akhirnya hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui.