Larangan Mematuhi Pencela

|Al-Qalam : 10|

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ

ARTI

Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina,

Tafsir Jalalain

(Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah) dengan cara yang batil (lagi hina) yakni rendah.

|Al-Qalam : 11|

هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

ARTI

suka mencela, yang kian kemari menyebarkan fitnah,

Tafsir Jalalain

(Yang banyak mencela) atau sering mengumpat (yang kian ke mari menghambur fitnah) yakni berjalan ke sana dan ke mari di antara orang-orang dengan maksud merusak mereka, yakni menghasut mereka.

|Al-Qalam : 12|

مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ

ARTI

yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas, dan banyak dosa,

Tafsir Jalalain

(Yang banyak menghalangi perbuatan baik) artinya sangat kikir tidak mau membelanjakan hartanya kepada hak-hak yang diwajibkan atas dirinya

(yang melampaui batas) sangat aniaya (lagi banyak dosa) banyak melakukan perbuatan dosa.

|Al-Qalam : 13|

عُتُلٍّ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ

ARTI

yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya,

Tafsir Jalalain

(Yang kaku kasar) wataknya kaku lagi kasar (selain dari itu, yang terkenal kejahatannya) dia adalah seseorang yang dianggap sebagai orang Quraisy, padahal dia bukan dari kalangan mereka,

yaitu Walid bin Mughirah. Ayahnya menjulukinya sebagai orang Quraisy setelah ia berumur delapan belas tahun. Ibnu Abbas r.a. mengatakan, bahwa kami belum pernah mengetahui, bahwa Allah swt.

menyifati seseorang dengan sifat-sifat yang tercela sebagaimana yang telah dilakukan-Nya terhadap Walid, sehingga keaiban itu tetap menempel pada diri Walid untuk selama-lamanya.

Dan bertaalluq kepada lafal zaniim, zharaf yang terdapat pada sebelumnya.