Orang Musyrik Menganggap Berhala Anak Allah SWT
|An-Najm : 19|
أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ
ARTI
Maka apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (berhala) Al-Lata dan Al-`Uzza,
(Maka apakah patut kalian menganggap Laata dan Al Uzzaa).
|An-Najm : 20|
وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰ
ARTI
dan Manat, yang ketiga yang paling kemudian (sebagai anak perempuan Allah).
(Dan Manat yang ketiga) yang ketiga dari yang telah disebutkan tadi (yang paling terkemudian) berkedudukan sebagai sifat yang mengandung makna celaan.
Ketiganya adalah nama berhala-berhala yang terbuat dari batu. Orang-orang musyrik dahulu menyembahnya, karena mereka menduga, bahwa berhala-berhala itu dapat memberikan syafaat kepada diri mereka di sisi Allah.
Maf'ul pertama bagi lafal Afara`aytum adalah lafal Al Laata dan lafal-lafal yang di'athafkan kepadanya. Sedangkan Maf'ul yang keduanya tidak disebutkan. Makna ayat, "Ceritakanlah kepadaku,
apakah berhala-berhala ini memiliki kemampuan untuk berbuat sesuatu yang karena itu kalian menyembahnya selain Allah Yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal yang telah disebutkan tadi.
" Ketika mereka menduga bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah, sedangkan mereka sendiri tidak menyukai anak-anak perempuan, lalu turunlah firman-Nya berikut ini,
|An-Najm : 21|
أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنْثَىٰ
ARTI
Apakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan?
("Apakah patut untuk kalian anak laki-laki dan untuk Allah -anak perempuan").