Pada Hari Berbangkit Tidak ada lagi Hubungan Keluarga

|Al-Muminun : 101|

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءَلُونَ

ARTI

Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya.

Tafsir Jalalain

(Apabila sangkakala ditiup) tiupan malaikat Israfil yang pertama atau yang kedua (maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu)

yang dapat mereka bangga-banggakan (dan tidak pula mereka saling bertanya) tentang nasab tersebut, berbeda dengan ketika mereka hidup di dunia.

Hal tersebut disebabkan kengerian yang menyibukkan diri mereka pada hari kiamat itu, yakni melihat sebagian kengerian-kengerian yang ada padanya. Pada sebagian waktu dari hari kiamat mereka sadar pula,

sebagaimana yang diungkapkan oleh ayat yang lain, yaitu, "Dan sebagian dari mereka menghadap kepada sebagian yang lain berbantah-bantahan." (Q.S. Ash-Shaffat, 27).

|Abasa : 33|

فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ

ARTI

Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),

Tafsir Jalalain

(Dan apabila datang suara yang memekakkan) yakni tiupan sangkakala yang kedua.

|Abasa : 34|

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ

ARTI

pada hari itu manusia lari dari saudaranya,

Tafsir Jalalain

(Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya.)

|Abasa : 35|

وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ

ARTI

dan dari ibu dan bapaknya,

Tafsir Jalalain

(Dari ibu dan bapaknya.)

|Abasa : 36|

وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ

ARTI

dan dari istri dan anak-anaknya.

Tafsir Jalalain

(Dari teman hidupnya) yakni istrinya (dan anak-anaknya) lafal Yauma merupakan Badal dari lafal Idzaa, sebagai Jawabnya disimpulkan dari berikut ini.

|Abasa : 37|

لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

ARTI

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.

Tafsir Jalalain

(Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya) yakni keadaan yang membuatnya tidak mengindahkan hal-hal lainnya, atau dengan kata lain setiap orang pada hari itu sibuk dengan urusannya masing-masing.