Penduduk Madyan yang Durhaka Disiksa dengan Gempa Bumi

|Al-Araf : 90|

وَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ

ARTI

Dan pemuka-pemuka dari kaumnya (Syu´aib) yang kafir berkata (kepada sesamanya), "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu´aib, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi."

Tafsir Jalalain

(Pemuka-pemuka kaum Syuaib yang kafir berkata,) sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain ("Sesungguhnya jika) lam adalah untuk qasam atau sumpah

(kamu mengikut Syuaib, tentu jika kamu berbuat demikian menjadi orang-orang yang merugi.")

|Al-Araf : 91|

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

ARTI

Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka,

Tafsir Jalalain

(Kemudian mereka ditimpa gempa) gempa bumi yang dahsyat (maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka) mereka mati dalam keadaan bertekuk-lutut.

|Al-Araf : 92|

الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۚ الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَ

ARTI

orang-orang yang mendustakan Syu´aib seakan-akan mereka belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syu´aib, itulah orang-orang yang rugi.

Tafsir Jalalain

(Yaitu orang-orang yang mendustakan Syuaib) menjadi mubtada dan khabarnya ialah (seolah-olah) dengan ditakhfifkan sedangkan isimnya dibuang, lengkapnya ialah: Seolah-olah mereka (mereka belum pernah berdiam)

artinya mereka belum pernah tinggal (di kota itu) di rumah-rumah mereka sendiri (orang-orang yang mendustakan Syuaib mereka itulah orang-orang yang merugi) pengukuhan dengan mengulangi maushul dan lainnya

merupakan jawaban terhadap perkataan mereka yang terdahulu.

|Al-Ankabut : 36|

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الْآخِرَ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

ARTI

Dan kepada penduduk Madyan, (Kami telah mengutus) saudara mereka Syu´aib, dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, harapkanlah (pahala) hari Akhir, dan jangan kamu berkeliaran di bumi berbuat kerusakan."

Tafsir Jalalain

(Dan) Kami utus (kepada penduduk Madyan saudara mereka Syuaib, maka ia berkata, "Hai kaumku! Sembahlah oleh kalian Allah, harapkanlah pahala hari akhir)

maksudnya takutlah kalian akan hari itu, yaitu hari kiamat (dan janganlah kalian berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan.") Lafal mufsidiina berkedudukan sebagai

hal atau kata keterangan keadaan yang mengukuhkan makna 'amilnya. Lafal ta'tsau berasal dari lafal 'atsiya yang artinya membuat kerusakan.

|Al-Ankabut : 37|

فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

ARTI

Mereka mendustakannya (Syu´aib), maka mereka ditimpa gempa yang dahsyat, lalu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka,

Tafsir Jalalain

(Maka mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat) gempa yang sangat kuat goncangannya (dan jadilah mereka mayit-mayit yang bergelimpangan di rumah-rumah mereka)

yakni mereka mati dalam keadaan terduduk di atas lutut mereka di tempat tinggal masing-masing.