Untung Rugi Seseorang Tergantung Jiwanya
|Asy-Syams : 7|
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
ARTI
demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya,
(Dan jiwa) sekalipun bentuk lafalnya Mufrad tetapi makna yang dimaksud adalah Jamak (serta penyempurnaannya) maksudnya kesempurnaan ciptaannya; lafal Maa pada tiga tempat di atas adalah Maa Mashdariyah, atau bermakna Man.
|Asy-Syams : 8|
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
ARTI
maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,
(Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya) maksudnya Allah menjelaskan kepadanya jalan kebaikan dan jalan keburukan.
Lafal At-Taqwaa letaknya diakhirkan karena demi memelihara keserasian bunyi akhir ayat, sedangkan sebagai Jawab dari Qasam di atas ialah:
|Asy-Syams : 9|
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
ARTI
sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),
(Sesungguhnya beruntunglah) pada lafal Qad Aflaha ini sengaja tidak disebutkan huruf Lam Taukidnya karena mengingat panjangnya pembicaraan (orang yang menyucikannya) yakni menyucikan jiwanya dari dosa-dosa.
|Asy-Syams : 10|
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
ARTI
dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.
(Dan sesungguhnya merugilah) atau rugilah (orang yang mengotorinya) yang menodainya dengan perbuatan maksiat. Asalnya lafal Dassaahaa ialah Dassasahaa,
kemudian huruf Sin yang kedua diganti menjadi Alif demi untuk meringankan pengucapannya, akhirnya jadilah Dassaahaa.