Tafsir Ibnu Katsir
Surat Hud
Tafsir ayat 32-34
Allah Swt. menceritakan tentang kaum Nabi Nuh yang meminta agar siksa, azab, serta kemurkaan Allah segera ditimpakan kepada mereka, padahal malapetaka itu sumbernya dari ucapan (lisan).
{قَالُوا يَا نُوحُ قَدْ جَادَلْتَنَا فَأَكْثَرْتَ جِدَالَنَا}
Mereka berkata, "Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami (Hud: 32)Maksudnya, engkau telah banyak membantah kami, dan kami tetap tidak akan mengikutimu.
{فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا}
maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami (Hud: 32)Yaitu pembalasan Allah dan azab-Nya. Mereka berkata, "Serukanlah kepada Allah terhadap kami dengan doa yang kamu sukai, datangkanlah dengan segera apa yang engkau doakan itu agar menimpa kami."
{إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ قَالَ إِنَّمَا يَأْتِيكُمْ بِهِ اللَّهُ إِنْ شَاءَ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ}
jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” Nuh menjawab, "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepada kalian jika Dia menghendaki, dan kalian sekali-kali tidak dapat melepaskan diri" (Hud: 32-33)
Yakni sesungguhnya yang akan mengazab kalian dan yang menyegerakannya atas kalian hanyalah Allah, tiada sesuatu pun yang dapat mengalahkan-Nya.
{وَلا يَنْفَعُكُمْ نُصْحِي إِنْ أَرَدْتُ أَنْ أَنْصَحَ لَكُمْ إِنْ كَانَ اللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يُغْوِيَكُمْ}
Dan tidaklah bermanfaat kepada kalian nasihatku jika aku memberi nasihat kepada kalian, sekiranya Allah hendak menyesatkan kalian. (Hud: 34)Artinya, tiada manfaatnya bagi kalian penyampaianku, peringatanku, dan nasihatku kepada kalian.
إِنْ كَانَ اللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يُغْوِيَكُمْ
sekiranya Allah hendak menyesatkan kalian. (Hud: 34) Yakni jika Dia hendak menyesatkan dan membinasakan kalian.
{هُوَ رَبُّكُمْ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ}
Dia adalah Tuhan kalian, dan hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan. (Hud: 34)Dia adalah yang memiliki kendali semua urusan, Dialah Yang mengatur dan Hakim Yang Mahaadil yang tidak akan lalim.
Milik-Nyalah semua makhluk dan urusan. Dialah yang memulai penciptaan dan yang mengembalikannya. Dia adalah Raja dunia dan akhirat.