Tafsir Ibnu Katsir
Surat As-Saffat
Tafsir ayat 11-19

Allah Swt. berfirman, "Tanyakanlah kepada orang-orang yang ingkar kepada hari berbangkit itu, manakah yang lebih kuat kejadiannya, apakah diri mereka ataukah langit dan bumi beserta segala sesuatu yang ada pada keduanya,

termasuk para malaikat, setan-setan, dan makhluk-makhluk yang besar-besar?" Ibnu Mas'ud r.a. membacanya dengan bacaan am man adadna, karena sesungguhnya mereka mengakui bahwa semuanya itu lebih kuat dan lebih kokoh

kejadiannya dari pada diri mereka. Apabila kenyataannya memang demikian, lalu mengapa mereka mengingkari adanya hari berbangkit? Padahal mereka menyaksikan hal-hal lainnya yang lebih besar daripada apa yang diingkari oleh mereka, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:


{لَخَلْقُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ}


Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar, daripada penciptaan manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Al-Mu-min: 57) Kemudian Allah Swt. menjelaskan bahwa mereka diciptakan dari sesuatu yang lemah. Untuk itu Allah Swt. berfirman:


{إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لازِبٍ}


Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari tanah liat. (Ash-Shaffat: 11) Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, dan Ad-Dahhak mengatakan, bahwa lazib ialah tanah liat yang bermutu baik yang sebagiannya dapat disatukan

dengan sebagian yang lain. Ibnu Abbas r.a. dan, Ikrimah mengatakan bahwa lazib adalah tanah liat yang bermutu baik lagi licin. Qatadah mengatakan bahwa lazib ialah tanah liat yang menempef di tangan bila dipegang. Firman Allah Swt.:


{بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ}


Bahkan kamu menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan kamu. (Ash-Shaffat: 12) Yakni bahwa engkau Muhammad merasa heran terhadap kedustaan yang dilakukan oleh para pengingkar hari berbangkit itu,

padahal engkau percaya dan membenarkan hal-hal menakjubkan yang diberitakan oleh Allah Swt., yaitu kembali hidupnya tubuh-tubuh sesudah matinya. Keadaan mereka berbeda dengan kami, mereka sangat mendustakan hal tersebut

sehingga mereka memperolok-olokkan apa yang kamu beritakan kepada mereka tentang hari kebangkitan itu. Qatadah mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw. merasa heran dan orang-orang yang sesat menghinakannya.


{وَإِذَا رَأَوْا آيَةً}


Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda. (Ash-Shaffat: 14) Yakni tanda yang jelas yang menunjukkan adanya hari berbangkit itu.


{يَسْتَسْخِرُونَ}


mereka sangat menghinakan. (Ash-Shaffat: 14) Mujahid dan Qatadah mengatakan bahwa mereka memperolok-olokkannya.


{وَقَالُوا إِنْ هَذَا إِلا سِحْرٌ مُبِينٌ}


Dan mereka berkata, "Ini tiada lain adalah sihir yang nyata.” (Ash-Shaffat: 15) Maksudnya, tiada lain yang engkau sampaikan ini hanyalah sihir yang nyata.


{أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ، أَوَآبَاؤُنَا الأوَّلُونَ}


"Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan (kembali)? Dan apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?" (Ash-Shaffat: 16-17) Mereka menganggap mustahil hal itu terjadi dan mendustakannya.


{قُلْ نَعَمْ وَأَنْتُمْ دَاخِرُونَ}


Katakanlah, "Ya, dan kamu akan terhina.” (Ash-Shaffat: 18) Katakanlah kepada mereka, hai Muhammad, bahwa benar kalian akan dibangkitkan hidup kembali pada hari kiamat sesudah kalian menjadi tanah dan tulang belulang,

sedangkan saat itu kalian dalam keadaan terhina di bawah kekuasaan Tuhan Yang Mahabesar. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:


{وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ}


Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (An-Naml: 87) Dan firman Allah Swt.:


{إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ}


Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. (Al-Mu-min: 60) Kemudian Allah Swt. berfirman:


{فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ فَإِذَا هُمْ يَنْظُرُونَ}


Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka melihatnya. (Ash-Shaffat: 19) Yakni sesungguhnya untuk membangunkan mereka dari kuburnya, Allah hanya mengeluarkan

cukup satu perintah saja. Dia hanya menyeru mereka sekali seru, maka dengan, serta merta mereka berdiri di hadapan-Nya seraya melihat pemandangan-pemandangan yang mengerikan yang terjadi di hari kiamat; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.